Bekerja dalam profesi apapun, baik sebagai Pamong Belajar, pendidik PAUD,   jangan asal kerja, tetapi harus paham untuk apa kita bekerja. Kalau menangani PAUD,  harus memahami apa sesunggguhnya yang mesti dilakukan. Jadi kalau tidak paham, tidak jelas, untuk apa kita bekerja. Harus jelas dulu filosofinya. Percuma kita bekerja, kalau tidak meyakini apa yang sebenarnya mau dilakukan. Hal Tersebut disampaikan Sekretaris Dirjen PAUDNI Dr. Gutama ketika memberikan pengarahan pada kegiatan Workshop Pengembangan Program PAUD dengan UPT PAUDNI.(13/6/2013)

Pada kesempatan tersebut Dr. Gutama menyampaikan, sukses atau keberhasilan itu adalah persenyawaan dari gairah + visi + aksi. Gairah itu semangat. Semangat mengggebu-gebu,  tetapi tidak ada aksi seperti mimpi saja. Gairah menggebu-gebu, ada aksi, tetapi tidak ada visi jadinya serba tanggung, seperti badan tidak bisa membedakan rasa, yang penting kerja saja tapi tidak bisa menikmati.

Selanjutnya beliau mengungkapkan, visi adalah sesuatu menjadi impian apa yang ingin dicapai. Kita harus selalu belajar untuk menjadi sukses. Visi harus selalu di pupuk. Dalam agama jelas mengajarkan, bahwa kita tidak akan merubah nasib kalau bukan kita sendiri yang mengubahnya. Selain itu, visi adalah keyakinan lamunan yang juga dilandasi tuntunan dari Tuhan yang menciptakan. Untuk mencapai hal tersebut, harus berbuat dan menyakini apa yang dilakukan adalah ibadah. Kalau kita mendapatkan sebuah posisi itu adalah amanah. Ini adalah bagian dari visi. Orang yang punya visi jelas, biasanya konsisten,  tidak kaku, dan koleganya banyak.

Ada satu pesan yang selalu saya ingat dari orangtua “kalau kamu nanti punya suatu yang lebih, itu adalah godaan”. Godaan yang paling berat adalah kemewahan, punya uang banyak, punya jabatan. Tapi godaan yang tidak berat adalah kesedihan, sakit, otamatis orang akan mudah berdoa, bersikir, dan shalat. Tetapi ketika bahagia umumnya lupa, ungkap Dr. Gutama.

Jadi apa visi kita di PAUD,  visi kita adalah, begitu kita ambil sedikit saja bagian kepada calon generasi kedepan dan itu baik, bagus, dan dia bisa mengubah lingkungannya, masyarakatnya apalagi negaranya lebih hebat. Berarti kita ikut andil menciptakan sesuatu yang bagus. Walaupun hanya satu saja, tapi bisa berubah dan menjadi bagus, Insya Alllah akan enaklah. Tetapi kalu kita tidak mau punya prinsip seperti itu,  yang penting kita kerjakan, apalagi nantinya jadi kasubdit, direktur, uang banyak, perintah sana-sani, maka kita akan sesat. Maka ketika diberi posisi yang bagus tetap bersifat tawakkal, dan mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT.

Gairah adalah semangat yang menggairahkan di kita adalah reward. Dalam bentuk kolega, mitra, teman, dukungan anggaran, dan sarana prasarana.  Jika ada gairah, semangat, kita punya rasa bangga, visi yang jelas, maka kita punya keyakinan untuk membuat generasi kedepan lebih bagus. kemudian ada aksi yang bisa dilakukan, itulah sukses.

UPT PAUDNI dalam melaksanakan misinya perlu ada life site, sebagai publikasi dari cerminan dari aksi. Tanpa itu semua itu nonsen, dan yakin orang tidak akan percaya. UPT boleh dikatakan litbang yang minimal harus mempunyai hasil riset, tetapi UPT tidak,  UPT harus punya  binaan kongkrit  yang  dicontoh masyarakat. Aksi inilah yang disebut dengan life site dimana ada produknya, jelas kreditnya, dan bisa dicontoh.  Life site tidak perlu dikampus, bisa dimasyarakat, bisa join, dan bisa dimanapun, itu rumusannya, Ungkap Dr. Gutama mengakhiri pengarahannya.(@dr1)