Direktorat Pembinaan PAUD Direktorat Jenderal PAUDNI pada tanggal 21 s.d 24 Mei 2013 melaksanakan rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan dan Pelaksanaan Program PAUD tingkat Nasional tahun 2013 (Angkatan II) di Surabaya.

Direktur Pembinaan PAUD Dr. Erman Syamsuddin dalam laporannya menyampaikan, latar belakang pelaksanaan kegiatan meliputi, (1) Perubahan mekanisme penganggaran. Sehingga perlu dilakukan sosialiasasi terkait dengan perubahan tersebut. (2) Percepatan Daya Serap. Hal ini mengingat 5 bulan waktu pencapai daya serap hilang, dikarenakan penangguhan anggaran dari Kementerian Keuangan. Untuk itu beliau mengharapkan adanya sinergi antara pusat, provinsi, Kabupaten/kota dalam percepatan pelaksanaan program PAUD.

Lebih lanjut Dr. Erman Syamsuddin mengatakan, tujuan pelaksanaan Rakornas PAUD diantaranya, (1) Melakukan sosialisasi kebijakan dan pelaksanaan program PAUD tahun 2013, (2) Melakukan sosialisasi mekanisme dan pengelolaan serta penyaluran bantuan sosial program PAUD tahun 2013, dan (3) Menyusun strategi pengelolaan dan penyaluran bantuan sosial program PAUD tahun 2013, dan (4) Menyusun jadwal pelaksanaan program PAUD tahun 2013.

Rakornas PAUD rencananya akan diikuti sebanyak 209 peserta yang berasal dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimeh Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta UPT Pusat, ungkap Dr. Erman Syamsuddin mengakhiri laporannya.

Dalam pengarahannya, Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog menyampaikan, Pos yandu yang ada di setiap wilayah dapat dijadikan sebagai Pos PAUD dengan melibatkan parisipasi aktif orang tua dalam pelaksanaan bermainnya. Selain itu anak usia dini  perlu diberikan asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhan perkembangannya.

Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog mengingatkan, salah satu resiko terbesar dalam perkembangan anak adalah stunting. Untuk mereduksi stunting perlu ada peningkatan kesehatan fisik dan kognitif anak usia dini

Terdapat 5 tantangan pelaksanaan program PAUD di Indonesia, yaitu (1) Meningkatkan pendanaan PAUD, (2) Memperkuat kerjasama, (3) Pendekatan Holistik, (4) Fokus pada anak usia dini di daerah 3 T dan anak berkebutuhan khusus (ABK), (5) dan Reliabilitas data anak usia dini, ungkap Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, mengakhiri pengarahannya.

Adapun materi paparan pada kegiatan Rakornas PAUD sebagai berikut :

  1. Capaian program, target program, dan arah kebijakan Ditjen PAUDNI.
  2. Kebijakan program PAUD tahun 2013.
  3. PengintegrasianpProgram PAUD dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI).
  4. Peran serta Bunda PAUD dalam pengembangan program PAUD.
  5. Dukungan anggaran daerah untuk UGB PAUD
  6. Strategi percepatan pemberian NPSN PAUD.
  7. Kebijakan pendataan program PAUD.
  8. Mekanisme penyaluran dana bantuan penyelenggaraan lembaga PAUD Baru dan Pendampingan.
  9. Mekanisme penyaluran bantuan penguatan rintisan lembaga PAUD, organisasi mitra, motivasi dan stimulasi.
  10. Mekanisme penyaluran bantuan sarana dan prasarana PAUD.
  11. Mekanisme penyaluran dana BOP dan gugus PAUD dan pelaksanaan penguatan pembelajaran (ortek) PAUD.

Kegiatan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi, ditutup secara resmi oleh Kasubdit Program dan Evaluasi Dr. Sukiman yang dalam pengarahannya mengharapkan, Pemerintah Daerah yang belum memiliki Peraturan Gubernur atau Peraturan Daerah agar dapat membuat peraturan tentang PAUD, sebagai dasar dalam penyusunan anggaran anggaran.

Program PAUD jangan hanya dilihat  sebagai program yang “eforia” semata, namun harus menjadi program nyata dilapangan.  Program PAUD adalah program kemanusia, dengan niat yang ihlas dan tulus akan menjadai amal ibdah. Mari kita berjuang bersama dengan pendidik PAUD yang hanya mendapat gaji Rp. 100.000, Rp. 50.000,- bahkan ada yang hanya mendapat honor Rp. 20.000, ungkap Dr. Sukiman, M.Pd. (@dr1)