Bertempat di hotel Grand Quality Yogyakarta, pada tanggal 11 sampai dengan 15 Juni  2013 Direktorat Pembinaan PAUD Direktorat Jenderal PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Workshop Pengembangan Program PAUD dengan UPT PAUDNI.

Kasubdit Program dan Evaluasi Dr. Sukiman, M.Pd dalam laporannya menyampaikan, Dit. Pembinaan PAUD memiliki kewenangan dalam pembinaan PAUD perlu bersinergi dengan unit kerja lain dalam pembangunan PAUD. PP PAUDNI dan BP PAUDNI sebagai UPT Pusat mempunyai tugas mengembangkan model PAUD. Berdasarkan pertimbangan tersebut, dipandang perlu melaksanakan Workshop Pengembangan Program PAUD dengan UPT.

Kegiatan workshop diikuti 40 peserta,  terdiri dari unsur pamong belajar dari 8 UPT PAUDNI, akademisi, praktisi, dan peserta pusat. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk menyelaraskan pola pengembangan model PAUD yang dilakukan UPT dengan kebijakan pembangunan PAUD dan kebutuhan lapangan, ungkap Dr. Sukiman, M.Pd mengakhiri laporannya.

Direktur Pembinaan PAUD Dr. Erman Syamsudin, dalam pengarahannya menyampaikan, sudah 2 tahun Dit. Pembinaan PAUD melakukan koordinasi dengan UPT PAUDNI, yang tidak lain bertujuan untuk mensinergikan model yang dikembangkan UPT  dengan pengembangan program PAUD.

Dr. Erman Syamsuddin mengingatkan, model yang dikembangkan PP-PAUDNI dan BP-PAUDNI perlu dianalisis dan dievaluasi, sampai seberapa jauh dampaknya dilapangan terhadap pengembangan program PAUDNI. Untuk itu perlu di list, apa yang telah dilakukan dan apa yang akan direncanakan pada tahun 2013.

Yang tak kalah pentingnya dari pengembangan model PAUD adalah dari segi kemanfaatanya. Ada kesan dari  ibu Dirjen PAUDNI, pengembangan model yang dibuat oleh UPT Pusat, sepertinya pisau tajamnya kebawah. Oleh Dirjen PAUDNI berpendapat, model yang dikaji belum tentu dapat dipakai, sejauh mana pengembangan model dapat bersinergi dengan kebutuhan yang dikembangkan Dirjen PAUDNI tidak hanya PAUD saja, Ungkap Dr. Erman Syamsuddin.

Workshop Pengembangan Program PAUD dengan UPT ditutup oleh Kasubdit Program dan Evaluasi Dr. Sukiman, M.Pd yang dalam pengarahannya, mengucapan terimakasih atas partisipasi peserta selama mengikuti kegiatan ini.

Pada kesempatan tersebut Dr. Sukiman, M.Pd mengingatkan, terkadang kritik adalah hal yang tidak mengenakan, pasti kupingnya panas. Oleh karena itu jangan tipis kupingnya, tapi jadikan pemicu, dasar, atau masukan sebagai bahan evaluasi. Akademisi tidak memiliki kepentingan, dan berbicara seobjektif mungkin dalam memberikan masukan terhadap model yang dikembangkan Pamong Belajar. Demikian juga dengan praktisi, yang setiap saat merasakan kondisi dilapangan. (@dr1)