Dari 80.000 desa  di Indonesia 70,2  persen sudah memiliki PAUD. Jadi ada sekitar 22.000 desa lagi yang belum ada PAUDnya.  Dari segi APK PAUD saat ini baru tercapai 70,1  persen,  dan tentunya sangat jauh dibanding dengan negara lain. Walau angka itu statistik saja, dalam artian dari segi program gerakan PAUD berkualitas yang dicanangkan  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kita masih harus kerja keras lagi.  Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pembinaan PAUD R. Ella Yulaelawati R., M.A. Ph.D pada kegiatan Focus Group Disscoussin (FGD) Forum PAUD yang dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2016 di Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

Lebih lanjut Ella Yulaelawati menyampaikan,  pada tahun 2015 Direktorat Pembinaan PAUD memberikan bantuan pendirian PAUD baru di daerah tertinggal dengan sasaran sebanyak 600 desa. Tetapi setelah itu siapa mengawal PAUD-PAUD baru tersebut. Untuk itu perlu sinergitas dalam mewujudkan hal tersebut. Salah satunya dengan Kementerian desa yang memiliki tenaga pendamping desa. Selain itu juga sinergitas dengan forum PAUD perlu terus ditingkatkan dalam mewujudkan PAUD berkualitas.

Pada kesempatan tersebut beliau memberikan perbandingan program PAUD negara lain. Di Beijing PAUD justru dijadikan sebagai program pengentasan kemiskinan, karena yang dimaksud dengan miskin bukan hanya diartikan sebagai materi, tetapi juga miskin pemikiran, gizi, kesehatan dan lain-lain. (@dri@nto)