Siapkan Manusia Bermental Ulet-Cerdas

JAKARTA, KOMPAS — Keberadaan lembaga pendidikan anak usia dini atau PAUD di desa-desa tidak hanya berperan mendidik anak-anak usia pra sekolah, tetapi juga sebagai penanam fondasi manusia yang ulet, kreatif, dan disiplin. Oleh karena itu, pemerintah melakukan proyek percobaan PAUD Generasi Cerdas di 25 kabupaten.

Proyek tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigras. Adapun dananya bersal dari hibah pemerintah Australia sebesar 5,4 juta dollar Amerika Serikat yang disalurkan melalui Bank Dunia. Proyek ini diluncurkan di jakarta, selasa (26/4).

Direktur Pembinaan PAUDKemdikbud Ella Yulaelawati menjelaskan, apabila pendidikan manusia Indonesia sudah baik semenjak usia dini, manusia bersangkutan akan tumbuh dengan pola pikir yang baik sehingga bisa menganalisis dan mengatasi persoalan yang terjadi. ‘’Oleh karena itu, diperlukan guru PAUD yang berkualitas dan memahami penerapan kurikulum PAUD secara tepat di wilayah masing-masing,’’ ujarnya.

Permasalahannya, guru-guru PAUD belum sesuai dengan kriteria. Baru 30% guru PAUD berkulifikasi sarjana (S1) di pendidikan atau psikologi. Sebanyak 70 persen guru PAUDIndonesia hanya menempuh pendidikan SMA sederajat. Kalaupun memiliki ijazah S-1, bukan di bidang yang berhubungan dengan pendidikan.

Berjenjang

Tindakan yang diambil adalah dengan melatih empat guru PAUD terbaik yang diajukan oleh setiap kabupaten. Setelah itu,setiap guru akan melatih guru-guru terbaik dikecamatan. Berikutnya, guru kecamatan akan melatih guru di desa-desa. Proses pelatihan diawasi dan dievaluasi secara berjenjang pula, mulai dari pusat hingga daerah.

Program ini sudah berjalan sejak akhir 2015. Menurut Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas Kemdikbud Nugaan Yulia Wardhani Siregar, target tahun 2017 adalah melatih 15.000 guru PAUD di 25 kabupaten/kota. Diantaranya adalah Trenggalek (Jawa Timur), Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat),Sumedang (Jawa Barat) dan Lamadau (Kalimantan Tengah).

“Kalau proyek ini berhasil, kami akan teruskan ke skala nasional.” Ujar Nugaan. (DNE)