33 juta anak perlu paudMasa Keemasan Pertumbuhan Anak Terletak pada usia 0-6 Tahun

KUPANG, KOMPAS – Anak-anak usia 0-6 tahun harus memiliki akses pada pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Di Indonesia, ada lebih dari 33 juta anak yang berusia 0-6 tahun. Mereka perlu disiapkan menjadi generasi yang lebih baik seawall mungkin.

Direktur Pembinaan Pendidikan Anak USia Dini (PAUD), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ella Yulaelawati, mengatakan, pencapaian 100 tahun Indonesia merdeka sangat ditentukan oleh bagaimana Indonesia memanfaatkan peluang bonus demografi dengan menyiapkan tenaga kerja yang nanti jumlahnya melimpah. Anak usia 0-6 tahun pada tahun 2010 yang berjumlah 32,5 juta orang, pada tahun 2045 usia mereka mencapai 35-41 tahun. Proyeksi berdasarkan hasil Survei Penduduk 2010 menyebutkan pula bahwa anak usia 0-6 tahun pada tahun 2016 yang berjumlah 33.5 juta orang, pada 20145 mencapai 29-35 tahun. “Ini meruapakan usia produktif, yang jika dipersiapkan dengan baik sekarang akan menjadi modal pembangunan. Sebaliknya, jika tidak dipersiapkan dengan baik, mereka justru kelak akan menjadi beban pembangunan”, ujar Ella, di halaman Kantor Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (25/10).

Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara Peluncuran PAUD Holistik Integratif. Adapun peluncurannya dilakukan oleh Ella, Bupati Kupang Ayub Titu Eki, Duta Besar Selandia Baru untuk Ri Trevor Matheson, serta Deputi Representatif Badan PBB untuk anak-anak (UNICEF) Indonesia Lauren Rumble.

Lewat program itu, sebanyak 100 PAUD di Kabupaten Kupang dibantu agar dapat mengembangkan layanan pendidikan bermutu. Penembangan dikerjakan besama guru, orangtua, serta komunitas.

Matheson mengatakan, anak-anak usia dini meruapakan masa depan. Layanan PAUD holistik Integratif dinilai mampu memberikan landasan yan lebih baik bagi mereka sehinga memiliki kemampuan literasi, numerasi, dan partisipasi ekonomi yang memadai.

Peningkatan mutu PAUD tidak hanya ditempuh dengan membekali guru PAUD agar bisa mendidik secara benar dan peduli pada perkembangan holistik anak. Upaya pengembangan juga menyentuh orangtua dan keluarga sehingga mereka bisa memahami perkembangan anak usia dini serta membantu mereka tumbuh optimal.

“Kami ingin berbagi pengalaman dan keahlian agar PAUD berkualitas juga bisa berkembang di Indonesia. Selandia Baru memiliki komitmen pada PAUD dan memiliki rekam jejak yang baik  dalam pengembangan PAUD”, kata Matheson.

Usia Keemasan

Rumble mengatakan secara global, telah diakui pentingnya mengoptimalkan masa usia keemasan ana 0-6 tahun. Pertumbuhan sel-sel otak manusia pesat sehingga perlu distimulasi lewat cara-cara yang menyenangkan dan pengasuhan yang baik.

“Setiap aspek dalam diri anak, pertumbuhannya, kesehatannya, nutrisi, hingga hidup yang penuh kasih saying harus diberikan optimal pada usia dini. Hal ini akan membantu kesiapan merka belajar dan membatu perkembangan emosional dan karakter anak”, ujar Rumble.

Menurut dia, anak-anak usia dini di NTT sangat memerlukan perhatian. Masalah seperti kekurangan gizi ataupun tumbuh pendek menjadi salah satu isu serius.

Bupati Kupang Ayub menyambut baik dukungan pada PAUD di daerahnya. Keterbatasan membuat dukungan peningkatan mutu PAUD tak bisa maksimal. Dana lebih diprioritaskan pada pendidikan dasar.

“Kami berharap dikembangkan model PAUD yang memperkuat karakter  anak sejak dini, sambil juga memberdayakan keluarga”, ujar Ayub.

Secara terpisah, Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak USia Dini Indonesia Kabupaten Kupang, Yane Amelia Suni mengingatkan agar kompetensi dan kesejahteraan guru PAUD diperhatikan. Ada 569 PAUD di Kabupaten Kupang, PAUD di pedesaan masih memiliki sarana prasarana dan pendidik yang terbatas.