Jakarta (HN)- Pentingnya peran ayah dalam pengasuhan bukan dimulai saat bayi sudah lahir. Ayah bisa mulai membentuk karakter anak ketika bayi masih dalam kandungan.

Sebelum dan selama konsepsi ayah perlu berdoa supaya anak memiliki pribadi yang positif ketika dewasa. “Pada trimester ketiga ayah bersama ibu harus mulai memperdengarkan pada janin segala hal baik disekitarnya,” kata Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ella Yulaelawati, Jumat (11/11).

Anak diyakini mulai mampu mendengar pembicaraan yang ada di sekitarnya. Materi pembicaraan positif membentuk anak menjadi pribadi yang baik, sekaligus membantu pembentukan organnya. Namun hal sebaliknya terjadi, jika ayah dan ibu tak memperdengarkan materi pembicaraan negatif selama bayi dalam kandungan.

Peran ayah makin besar ketika anak sudah lahir dan mulai belajar fungsi tubuh. Ayah harus ikut memberi rangsangan sejak dini supaya anak terus belajar. Hal ini bisa melalui berbagai permainan yang menggunakan olah fisik di ruang terbuka.

Ayah juga bisa menanamkan pribadi positif pada anak lewat membaca buku bersama. Ayah bisa memilih cerita pahlawan, pemimpin negara, penemu handal dunia, atau dongeng dengan muatan nilai positif. Beranjak remaja, ayah bisa memberi contoh figur pemimpun yang bisa diteladani anak.

Dengan kesibukan sebagai pemberi nafkah utama keluarga, tak mudah bagi ayah meluangkan waktu bersama anaknya. Namun kesibukan tak jadi alasan ayak mengabaikan tugasnya dalam pengasuhan. “Hanya dengan peran ayah lahir generasi muda Indonesia yang berkualitas, mampu memimpin, dan tak ragu berkompetisi,” kata Ella.

Dikutip dari Harian Nasional, 12 November 2016.