Kegiatan yang berangsung di Kabupaten Bangka ini dihadiri oleh Bupati Bangka dan istri, Bapak  Ir. H. Tarmizi H Saat, MM serta Ibu Hj. Mina Tarmizi,Wakil Bupati Bangka Rustamsyah dan istri, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka ,Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bangka,Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Bangka,Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Bangka,Para Bunda PAUD se Kabupaten Bangka,Forum PAUD dan HIMPAUDI Kabupaten Bangka,Bapak dan Ibu undangan, para peserta Sosialisasi Penuntasan Ikut PAUD Satu Tahun Pra-SD

Usia 0-5 tahun adalah usia perkembangan emas, saat fisik dan otak anak berada dimasa pertumbuhan terbaiknya, dimana kemampuan otak menyerap informasi sangat tinggi. Di masa ini, stimulasi pendidikan yang positif sangat penting bagi perkembangan anak,  karena stimulasi yang tidak tepat akan berdampak negatif bagi kehidupan selanjutnya dan tidak dapat diperbaiki.

Pencapaian 100 tahun Indonesia merdeka akan sangat ditentukan oleh bagaimana kita memanfaatkan peluang bonus demografi dengan menyiapkan kualitas angkatan kerja yang berlimpah.  Pada tahun 2010, terdapat 32,5 juta anak usia 0-6 tahun yang pada tahun 2045 usia mereka mencapai 35-41 tahun. Sementara itu anak usia 0-6 tahun pada tahun 2016 yang berjumlah 33,5 juta orang, pada tahun 2045 usia mereka telah mencapai 29-35 tahun. Ini merupakan usia produktif, yang jika dipersiapkan dengan baik sejak sekarang akan menjadi modal pembangunan, tetapi sebaliknya jika tidak dipersiapkan dengan baik justru kelak akan menjadi beban pembangunan.

Penyiapan kualitas manusia Indonesia sejak dini sejalan dengan program prioritas yang diamanatkan Nawa Cita, khususnya Nawa Cita ke-8 (melakukan revolusi karakter bangsa), Nawa Cita ke-5 (meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia), dan Nawa Cita ke- 6 (meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar  internasional). Kemudian keberlanjutan suatu bangsa ditentukan oleh kesiapan dan kesanggupan generasi  penerusnya, dan itu harus dipersiapkan sejak anak masih berusia dini. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan yang paling mendasar, dan PAUD yang berkualitas akan sangat berkontribusi terhadap kualitas pendidikan pada jenjang selanjutnya. Ibaratnya membangun gedung, PAUD adalah landasan yang akan berpengaruh terhadap kekuatan dan ketahanan gedung yang dibangun. Itu sebabnya berbagai penelitian juga mendukung pentingnya PAUD terutama Neurosains dan penelitian investasi ekonomi dalam hubungannya dengan pertimbangan efisiensi pembangunan kualitas manusia  yang mengerucut pada pentingnya membangun landasan pada anak usia dini. PAUD yang baik merupakan investasi yang lebih cost effective (Heckman, 2003), anak yang mengikuti PAUD dengan baik kelak mampu mengembalikan investasi beberapa kali lipat dibandingkan investasi serupa yang  diberikan  setelah usia sekolah (di pendidikan sekolah) dan usia dewasa (job training).

Sebagai warga dunia, kita juga dituntut untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan ke empat yaitu Pendidikan inklusif, adil dan bermutu yang meningkatkan kemampuan belajar sepanjang hayat. Target 4.2 Agenda Pendidikan 2030 untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah “Memastikan seluruh anak laki-laki dan perempuan memperoleh akses terhadap perkembangan, perawatan dan pendidikan pra-SD (PAUD) yang berkualitas untuk menjamin kesiapan memasuki pendidikan dasar.

Dalam hal akses, masih kendala dalam penanganan PAUD, diantaranya adalah penanganan PAUD di daerah 3T, daerah rawan bencana, dan anak-anak yang berkebutuhan khusus. Saat ini APK PAUD Nasional telah menunjukkan persentase yang cukup baik yaitu 72,35 persen, walaupun masih ada yang di bawah rata-rata APK Nasional. APK Provinsi Kep. Bangka Belitung adalah 89.27% sedangkan untuk APK Kab. Bangka sebesar 96.45%. Namun demikian, dalam upaya mencapai target SDGs’ tahun 2030 perlu ditingkatkan pencapaian APK PAUD dan mulai dilaksanakan sosialisasi  penuntasan ikut PAUD satu tahun pra-SD sebagai upaya meningkatkan kesiapan memasuki SD dan mencapai wajib belajar 12 tahun yang bermutu. Selain itu PAUD juga masih diperhadapkan dengan adanya disparitas partisipasi PAUD berdasarkan kondisi sosial ekonomi orangtua dan kota-desa serta masih terdapat 28,86% desa yang belum memiliki PAUD.

Dalam upaya meningkatkan APK PAUD, tahun 2017 pemerintah menyediakan dana alokasi khusus Biaya Operasional Pelaksanaan PAUD (DAK BOP PAUD) sebesar 3,3 Triliyun.  Dana alokasi untuk Provinsi Kep. Bangka Belitung  adalah Rp. 26.518.800.000,-, Dana Alokasi Kab. Bangka Rp. 5.943.600.000,-. Sesuai dengan Peraturan Menteri tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini nomor 4 tahun 2017 pemerintah mengalokasikan BOP PAUD sebesar Rp.600.000,- (enam ratus ribu Rupiah)/peserta didik/tahun. Satuan PAUD atau Lembaga yang layak mendapatkan alokasi BOP PAUD adalah yang memiliki paling sedikit 12 peserta didik dan memiliki NPSN. Untuk menyambut pencanangan harus ikut PAUD Satu Tahun Pra-SD, kami juga menyampaikan dana pendamping untuk PAUD layanan khusus, pusat kegiatan gugus, makanan sehat dan inisiasi PAUD 0-3 tahun dengan total dana sebesar Rp. 230.000.000,-.

Dalam hal PAUD berkualitas, sangat bergantung pada guru dan penyelenggara PAUD yang profesional.  Guru PAUD harus terlatih dengan baik dalam hal pedagogi dan pengetahuan berkaitan dengan perkembangan fisik, kesehatan, intelektual, emosional, dan spiritual agar anak-anak tumbuh dan berkembang secara menyeluruh. Pembelajaran di PAUD masih belum sepenuhnya berbasis bermain seperti yang diharapkan, guru PAUD yang memenuhi kompetensi dan kualifikasi juga belum memadai. Saat ini masih terdapat 291.358 guru PAUD lulusan SMA, dan 28.807 guru PAUD lulusan SMP, sementara yang D4, S1, S2 sebanyak 200 ribu lebih.

Ella yulaelawati memberikan penghargaan bagi semua pihak yang berkontribusi pada acara Gebyar PAUD ini, terutama Bapak Bupati Bangka, dan Bunda PAUD Kabupaten Bangka yang menyambut acara ini dengan terbuka dan ramah. Kepada semua peserta kami ucapkan selamat mengikuti kegiatan Sosialisasi Penuntasan Ikut PAUD Satu Tahun Pra-SD ini.