Pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Tanah Air. Upaya memacu kualitas terutama di seckor pengajar. Dirjen PAUD Kementerian Pendidikandan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Harris Iskandar menjelaskan, pihaknya masih merancang program pelatihan. Lulusan SMA menjadi target utama.

“Dari 600 ribu guru PAUD yang sudah ada,hanya 21 persen yang lulusan Strata 1 (S1) PAUD. Saat ini banyak negera memuji dan mengapresiasi kualitas pendidikan PAUD di Indonesia,” kata Harris pada sela acara Lokakarya Internasional tentang Kebijakan PAUD di Jakarta, Selasa (18/7).

Harris menjelaskan, Kemendikbud RI siap bekerjasama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Langkah itu dimulai  dengan mengirimkan instruktur pelatihan kesejumlah  kecamatan. Sedangkan pihak   desa bertugas mengirim calon guru dengan memakai anggaran dari Kemendes PDTT. “Pelatihan berlangsung sekitar 300 jam.Program tersebut sudah berjalan.Tapi Kami masih mempertimbangkan agar proses latihan setara dengan gelar S1 atau Diploma 3 (D3),” tuturnya.

Saatini, sekitar 5.316.120 anak atau sekitar 27,65 persen anak usia tiga hingga  enam tahun belum mengenyam PAUD. Selain minimnya pengajar berkualitas, kurangnya layanan PAUD juga menjadi salah satu penyebab. Pasalnya, data desa mencatat 24.684 desa di Indonesia belum  punya layanan tersebut.

Tantangan besar dihadapi Kemendikbud.Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan PAUD sebagai Tujuan Perkembangan Berkelanjutan. Semua anak harus melewati PAUD terlebih dulu sebelum masuk jenjang Sekolah Dasar pada 2030.

“Berdasarkan Perpres 59 Tahun 2017, Kemendikbud juga ditargetkan mencapai 77,2 persen di 2019. Itu menjadi bagian misi mencapai 100 persen pada 2030,” kata Harris.

Board of Director Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) Sheldon Shaeffer menilai, hasil belajar PAUD membantu anak mengurangi kesenjangan di tahap pendidikan selanjutnya.Sebab, perkembangan otak yang tercapat terjadi pada usia 0-6 tahun.

“Mengikuti PAUD juga akan membantu tumbuh kembang emosional sang anak,” katanya menegaskan.

Pengamat Pendidikan Doni Koesoema menilai, pengelolaan layanan PAUD harus dikelola secara baik oleh pemerintah. Usia dini merupakan masa-masa emas pembentukan karakter anak sekaligus masa transisi dari keluarga kelingkungan lebih luas.

“Maka memang PAUD harus dikelola dengan baik agar penanaman kebiasaan dan nilai-nilai baik bisa bertumbuh sejak dini,” tegas Doni.